MODUL FASE E BAB.1
A. Identitas Modul
|
Profil Peserta Didik |
: |
Reguler |
|
Nama |
: |
BENNY BAO LILE |
|
Identitas Sekolah |
: |
SMKN 1 SONDER |
|
Fase
dan Kelas serta Semester |
: |
E/X/GANJIL |
|
Elemen |
: |
Diri Pribadi |
|
Judul |
: |
Manusia Diciptakan Sebagai Citra Allah Yang Luhur Dan Unik |
|
Topik |
: |
1. Aku Pribadi Yang
Unik Dengan Kelebihan Dan Keterbatasan 2. Aku Diciptakan Sebagai
Laki-Laki Atau Perempuan Yang Sederajat 3. Aku Pribadi Yang Luhur
Sebagai Citra Allah |
|
Profil Pelajar Pancasila |
: |
Beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia: Peserta didik memahami dirinya
sebagai pibadi yang unik, sebagai laki-laki dan perempuan yang memiliki
kesetaraan sebagai Citra Allah Mandiri; Peserta didik
mandiri memahami memahami dirinya sebagai pibadi yang unik Bernalar kritis; Peserta
didik kritis atas keunikan dari kelebihan dan kekurangan diri sehingga mampu
menjadi pribadi yang otentik Berkebhinekaan global:
Peserta didik memahami dirinya sebagai pibadi yang unik, sebagai laki-laki
dan perempuan yang memiliki kesetaraan Kreatif; Peserta didik
mengembangkan keunikan dari kelebihan dan kekurangan diri sehingga mampu
menjadi pribadi yang otentik dan bertanggungjawab |
|
Alokasi Waktu |
: |
3 X 3 JP |
|
Tahun Penyusunan |
: |
2025 |
B. Capaian Pembelajaran
Pada Akhir Fase E, peserta didik memahami dirinya sebagai pibadi yang unik, sebagai
laki-laki dan perempuan yang memiliki kesetaraan sebagai Citra Allah; yang
memiliki suara hati, sehingga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab
terhadap pengaruh media massa, ideologi dan gaya hidup yang berkembang saat
ini; memahami Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium sebagai sumber untuk
mengenal pribadi Yesus dan karya-Nya; memahami peran Roh Kudus dan Allah Tri
Tunggal; meneladan Yesus sebagai idola, sahabat sejati, Putera Allah dan Juru
selamat serta membangun hidup yang berpolakan pribadi Yesus Kristus dalam
mewujudkan imannya di tengah masyarakat.
C. Tujuan Pembelajaran E: 1.1
Peserta didik mampu memahami bahwa dirinya adalah Citra
Allah yang luhur dan bermartabat sebagai laki-laki atau perempuan sehingga
mampu menyadari segala keunikan diri dari kelebihan dan kekurangannya secara
otentik.
D. Capaian Elemen Diri Pribadi
Peserta didik
mampu memahami dirinya sebagai pibadi yang unik, setara antara laki-laki dan
perempuan, serta memiliki kesetaraan sebagai Citra Allah; memiliki suara hati
sehingga mampu bersikap kritis dan bertanggung jawab terhadap pengaruh media
massa, ideologi dan gaya hidup yang berkembang saat ini.
Tujuan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1
|
Tujuan Pembelajaran |
Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (Eviden) |
Asesmen (Evaluasi Pembelajaran) |
|
Peserta didik kelas X memahami bahwa setiap pribadi
senatiasa mempunyai keunikan dari kelebihan dan kekurangan diri sehingga
mampu menjadi pribadi yang otentik dan bertanggungjawab |
Pada akhir
pembelajaran 9 peserta
didik mampu: Menginventarisasi segala keunikan, kemampuan dan keterbatasan diri Mengklasifikasi keunikan, kemampuan dan keterbatasan diri Menelaah informasi dari berbagai sumber ajaran Gereja tentang bakat,
talenta, kelebihan, dan kekuatan orang-orang dalam mengembangkan segala
potensinya Menyusun ekspresi diri dalam bentuk tulisan pendek/puisi/syair/lirik, dan
lain sebagainya mengenai keunikan, kemampuan dan keterbatasannya diri Menampilkan ekspresi diri dalam bentuk simbol diri tentang keunikan, kemampuan dan keterbatasannya diri Menyatakan syukur kepada Allah atas keunikan, kemampuan dan
keterbatasan diri melalui ungkapan-ungkapan yang tertuang dalam refleksi baik
tertulis maupun simbol Menyatakan tanggungjawab dalam menerima segala keunikan, kemampuan
dan keterbatasan diri dan mengembangkan bakat, talenta, kelebihan, dan segala
potensinya melalui ungkapan-ungkapan yang tertuang dalam refleksi baik
berkelompok |
Asesmen
Awal: Penerimaan:
menyatakan, dan menjawab Sharing
menceritakan pengalaman diri sendiri segala keunikan, kemampuan dan keterbatasan Asesmen
Proses: Partisipasi:
melaporkan, menyelesaikan, menampilkan dalam sharing pengalaman berkelompok Menyusun
Inventarisasi dan Klasifikasi segala keunikan, kemampuan dan keterbatasan diri Telaah
informasi dari berbagai sumber ajaran Gereja tentang bakat, talenta,
kelebihan, dan kekuatan orang-orang dalam mengembangkan segala potensinya Asesmen
Akhir: Kreativitas:
mendesain, merencanakan, merancang Menyajikan
ekspresi diri dalam bentuk simbol diri tentang keunikan, kemampuan dan keterbatasannya diri |
Kegiatan Pembelajaran 1
|
No |
Kegiatan Pembelajaran |
||||||||||||||||
|
Kegiatan Pembuka 30 menit |
|||||||||||||||||
|
1. |
Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik dengan doa Ya Allah Bapa, kami hari ini akan belajar bersama untuk melihat
kembali bahwa kami adalah pribadi yang unik dengan segala kelebihan dan
keterbatasan. Dampingilah kami dengan terang Roh Kudusmu agar kami mampu
menyadari bahwa setiap pribadi manusia
selalu mempunyai kekuatan dan keterbatasannya. Tak pernah
ada di dunia ini, manusia yang sempurna tanpa keterbatasan. Namun, hal itulah
yang menyadarkan kami akan rasa tanggungjawab memahami panggilan hidup kami. Amin |
||||||||||||||||
|
2. |
Guru memberikan pengantar dan memberikan gambaran materi awal ini Mengawali sub bab pada Bab I ini, kita diajak untuk melihat segala
keunikan, kelebihan maupun keterbatasan diri kita secara lebih seksama agar
nanti kita mampu memahami dan mengenal diri secara lebih dewasa dan otentik.
Diharapkan melalui proses belajar ini, kita mampu menyadari bahwa setiap
pribadi diciptakan oleh Allah sebagai pribadi yang unik. Setiap pribadi pasti
ada kekuatan dan keterbatasan. Tidak ada pribadi yang sempurna, karena setiap
pribadi diciptakan oleh Allah begitu unik dan spesial dengan segala
kemampuan, baik kelebihan maupun keterbatasannya |
||||||||||||||||
|
3. |
Guru melanjutkan pengantar
pembelajaran dengan mengajak peserta didik berbagi pengalaman mengenai
kekuatan dan keterbatasan diri Setiap
pribadi kita pastinya selalu mempunyai kekuatan dan keterbatasan. Tak pernah
ada di dunia ini, manusia yang sempurna tanpa keterbatasan. Sekuat apapun
manusia, pasti mempunyai kelemahan atau keterbatasan. Begitu juga sebaliknya,
sekecil apapun kekurangan atau keterbatasan kita sebagai manusia, pasti
selalu ada kekuatan dibaliknya. Pribadi kita adalah pribadi yang tak
sempurna, tetapi pasti ada keunikan di dalamnya. Maka, kita bisa memulai mengenal dari situasi pribadi
kita masing-masing. Marilah kita lihat dan amati segala keunikan, kemampuan
dan keterbatasannya diri. Kita perlu
mengenal diri, baik kekuatan maupun kekurangan. Kita bisa membuat semacam
chek list (daftar), mengenai apa yang secara pribadi menjadi keunikan,
kekuatan atau kelemahan diri.
|
||||||||||||||||
|
Kegiatan Inti 45 menit |
|||||||||||||||||
|
4. |
Guru mengajak peserta didik melanjutkan dengan inti pembelajaran Setelah kita membuat daftar tentang keterbatasan dan kelebihan diri,
kita bisa semakin mengenal diri dengan membuat sebuah sketsa diri atau
semacam citra dirimu dalam sebuah apresiasi dirimu sendiri. Tulislah 5
hal yang ingin kamu katakan tentang dirimu ! Buatlah dalam bentuk surat
bebas atau uraian bebas yang dilengkapi dengan lambang-lambang diri.
|
||||||||||||||||
|
5. |
Guru mengajak peserta didik
merenungkan mengenai kelebihan dan kekurangan dirinya dalam refleksi imani
Mazmur secara singkat Setiap pribadi manusia mempunyai
keunikan masing-masing karena perilaku seseorang selalu dibentuk oleh sikap
dan karakter pribadi. Kita membuat berbagai kemajuan, karena dapat
mempertanyakan banyak hal dan mencari jawaban-jawaban dalam hidup ini. Namun,
disamping kita memiliki pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga tentu ada
pengalaman pahit yang menantang. Pengalaman-pengalaman
itu turut membentuk kita sehingga menjadi seperti sekarang ini. Inilah kita,
khas dan unik! Singkatnya, diri kita adalah pribadi yang indah dan istimewa.
Walaupun tentu, kita selalu mempunyai kekurangan, karena tiada manusia yang
sempurna. Kita semua adalah pribadi yang berharga di hadapan Allah. Kita bisa
menengok ungkapan Mazmur 8: 1-10 yang begitu indah mengingatkan tentang
istimewanya kita di hadapan Allah. Untuk pemimpin biduan. Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di
seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. Dari mulut
bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena
lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh
dan pendendam. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan
bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau
mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau
telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan
kemuliaan dan hormat Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;
segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu
sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan
ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. Ya TUHAN, Tuhan kami,
betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! |
||||||||||||||||
|
6. |
Mendalami
Ajaran Kitab Suci dan Gereja Segala bakat, kemampuan dan
kelebihan yang telah Allah berikan kepada kita patut kita kembangkan, karena
kita semua pribadi yang berharga di hadapan Allah. Hal itu tentu menutut rasa
tanggungjawab kita. Setiap orang diberikan kemampuan sesuai dengan
kapasitasnya. Untuk itu, kita diajak untuk melihat kembali bahwa
mengembangkan bakat dan kemampuan kita juga sebuah pilihan atas istimewanya
kita di hadapan Allah. Seperti halnya konteks Kitab Suci mengenai
“talenta” dari bacaan Matius 25: 14-30 Mat 25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau
bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan
hartanya kepada mereka. Mat 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua
dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu
ia berangkat. Mat 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia
menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Mat 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian
juga dan berlaba dua talenta. Mat 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan
menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Mat 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu
mengadakan perhitungan dengan mereka. Mat 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa
laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku;
lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Mat 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu
itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil,
aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.
Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Mat 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu,
katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh
laba dua talenta. Mat 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu
itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau tela25h setia memikul tanggung
jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab
dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Mat 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu
dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai
di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana
tuan tidak menanam. Mat 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu
di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Mat 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas,
jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur
dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Mat 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada
orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan
bunganya. Mat 25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah
kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Mat 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi,
sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga
yang ada padanya akan diambil dari padanya. Mat 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam
kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak
gigi." Setelah membaca kutipan Kitab Suci, guru mengajak memperdalamnya dengan pertanyaan secara
berkelompok a.
Menurutmu bacaan Mazmur 8: 1-10, mempunyai makna apa
bagimu? b.
Segala bakat, kemampuan dan kelebihan yang telah Allah
berikan kepada kamu, tentu patut kamu kembangkan, seperti halnya kisah
perumpamaan mengenai talenta. Apa yang ingin kamu katakan tentang makna
bacaan mengenai “talenta” itu terhadap dirimu? |
||||||||||||||||
|
Peneguhan
dan Kesimpulan Setelahnya, guru dapat memberikan
point-point penting pendalaman: Perumpamaan
tentang talenta mengajak kita untuk memamahami tanggungjawab mengenai apa
yang sudah diberikan Allah dalam hidup kita. Ada banyak karunia dan
bakat-bakat yang telah diberikan Allah kepada kita yang sebenarnya harus kita
kembangkan secara terus menerus dalam hidup kita. Setiap orang mempunyai
bakatnya sendiri-sendiri. Walaupun tidak ada yang sama, namun bukan masalah
jumlah dan banyaknya, melainkan seberapa jauh tanggungjawab kita untuk
senantiasa mengembangkannya. Sekecil
apapun kemampuan yang kita miliki, hendaknya tidak menyurutkan diri kita
untuk senantiasa mengembangkan segala bakat, kemampuan dan kelebihan kita.
Talenta yang kita miliki jangan hanya dibiarkan begitu saja sehingga tidak
membuahkan hasil. Tapi kita berusaha senantiasa mengembangkan talenta
yang dimiliki yang telah diberikan Allah kepada kita. Orang akan melihat
bahwa sukses demi sukses kita peroleh dan mereka tidak lagi melihat talenta
yang kita miliki hanya satu tetapi sudah lebih daripada itu. |
|||||||||||||||||
|
Kegiatan Penutup 10 menit |
|||||||||||||||||
|
8. |
Guru mengajak peserta didik mengakhiri proses
dengan doa penutup Ya Allah Bapa, kami hari ini telah belajar bersama
untuk melihat kembali bahwa kami adalah pribadi yang unik dengan segala
kelebihan dan keterbatasan. Terima kasih dengan segala terang tuntunanMu agar
kami mampu menyadari tanggungjawab panggilan kami dengan segala kemampuan dan
keterbatasan kami. Amin |
||||||||||||||||
Jurnal Refleksi Guru dan Peserta Didik (Format Terlampir)
Tujuan Pembelajaran Kegiatan
Pembelajaran 2
|
Tujuan Pembelajaran |
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (Eviden) |
Asesmen (Evaluasi Pembelajaran) |
|
Peserta
didik kelas X memahami bahwa manusia adalah Citra Allah yang luhur dan
bermartabat sebagai laki-laki atau perempuan sehingga mampu menyadari jati
diri dan kesederajatan sebagai laki-laki atau perempuan itu dalam relasi
sosial. |
Pada akhir pembelajaran peserta didik mampu: 1.
Mengidentifikasi masalah-masalah yang
berkaitan dengan perendahan martabat terhadap perempuan 2.
Mengajukan pandangan atau pemahaman sendiri
tentang pandangan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki 3.
Menghubungkan pesan kutipan Kitab Suci
Kejadian 1: 26-31 dalam kaitan dengan kesederajatan perempuan dan laki-laki 4.
Merumuskan gagasan mengenai masalah-masalah
yang berkaitan dengan perendahan martabat terhadap perempuan 5.
Menyusun refleksi menyangkut syukur
kepada Allah yang menciptakan
dirinya sebagai perempuan atau
laki-laki yang saling melengkapi dan sederajat 6.
Menunjukkan sikap menghormati sebagai
perempuan atau laki-laki yang saling melengkapi dan sederajat melalui kreasi
seni dan ilmiah |
Asesmen Awal: Penerimaan: menyatakan, dan menjawab Memberikan
pandangan atau pemahaman sendiri tentang kesetaraan antara perempuan dan
laki-laki Asesmen Proses: Partisipasi: melaporkan, menyelesaikan, menampilkan dalam
sharing pengalaman berkelompok Rumusan gagasan mengenai masalah-masalah yang
berkaitan dengan perendahan martabat terhadap perempuan Asesmen Akhir: Kreativitas: mendesain, merencanakan, merancang Rumusan
refleksi sikap menghormati sebagai perempuan atau laki-laki yang saling
melengkapi dan sederajat melalui kreasi seni atau tulisan |
Kegiatan Pembelajaran 2
|
No |
Kegiatan Pembelajaran |
||||||||||||
|
Kegiatan Pembuka 30 menit |
|||||||||||||
|
1. |
Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik dengan doa Ya Allah Bapa, kami hari ini akan belajar bersama mengenai kesadaran
bahwa kami terlahir sebagai laki-laki atau perempuan yang juga mempunyai jati
diri yang patut kami kembangkan. Semoga dengan belajar mengenai jati diri
sebagai laki-laki atau perempuan, kami mampu memandang kesetaraan diantara
kami yang kadang timpang dalam budaya yang berkembang. Amin |
||||||||||||
|
2. |
Guru memberikan pengantar dan memberikan gambaran materi Dalam materi atau topik bahasan selanjutnya ini, kamu diajak memahami
siapa sebenarnya jati diri mu sebagai laki-laki dan perempuan yang diciptakan
sederajat. Jati diri sebagai laki-laki atau perempuan yang mempunyai kodrat
fisik dan kecenderungan-kecenderungan rasa perasaan dan pemikiran yang
berbeda. Perbedaan yang terjadi bukan sebagai sesuatu hal yang
dipertentangkan, melainkan saling melengkapi dan disyukuri sebagai karunia
yang luar biasa dari Allah. Harapannya, kamu dapat menyadari bahwa dirimu sebagai
laki-laki atau perempuan diciptakan sederajat |
||||||||||||
|
3. |
Guru melanjutkan pengantar pembelajaran dengan mengajak peserta didik
berdiskusi awal Maka,
kamu dapat memulai dengan mengidentifikasi permasalahan menyangkut
masalah-masalah perendahan martabat terhadap perempuan yang terjadi
dewasa ini secara berkelompok. Kamu
dapat mencari dari berbagai sumber, terutama internet misalnya beberapa
masalah sebagai berikut: 1.
Masih tingginya pelecehan seksual dan menjadikan
perempuan sebagai obyek properti serta eksploitasi media 2.
Sering adanya anggapan bahwa perempuan sebagai
makhluk yang lebih lemah dan tak berdaya dibadingkan laki-laki Kamu dapat juga menghubungkannya antara perendahan
martabat perempuan itu dengan pandangan budaya yang berkembang dalam
masyarakat.
|
||||||||||||
|
Kegiatan Inti 45 menit |
|||||||||||||
|
4. |
Mendalami
Ajaran Kitab Suci dan Gereja Guru mengajak Peserta didik
membaca Kutipan Kitab Suci Kamu dapat merefleksikan lebih mendalam mengenai kesederajatan antara
laki-laki dan perempuan dari pandangan dan ajaran Gereja Kita bisa membacanya pada Kitab Kejadian 1: 26-31. Berfirmanlah Allah: “Baiklah, Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi.” Maka, Allah menciptakan manusia itu menurut
gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan
diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada
mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah
itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas
segala binatang yang merayap di bumi.”Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku
memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan
segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala
yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau
menjadi makanannya. Dan jadilah demikian. Maka, Allah melihat segala yang
dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah
petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. |
||||||||||||
|
5. |
Guru mengajak peserta didik
merenungkan bacaan dengan pertanyaan sebagai berikut: a.
Apa kesanmu atas bacaan Kitab Kejadian 1: 26-31 ? b.
Menurutmu penggalan dari ayat “Maka, Allah menciptakan
manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”, bermakna apa bagimu ? |
||||||||||||
|
6. |
Peneguhan dan Kesimpulan Kita pribadi
yang sama. Laki-laki dan perempuan adalah ciptaan Allah yang sungguh “amat
baik” adanya (Kej 1: 31). Laki-laki dan perempuan diciptakan sesuai dengan
citra Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan agar saling melengkapi,
menyempurnakan, melanjutkan keturunan, mencapai kebahagiaan dan keselamatan
hidup. Siapakah diri kita, baik itu laki-laki atau perempuan, kita harus
mensyukurinya. Tuhan
menciptakan kita manusia, laki-laki dan perempuan. Baik laki-laki maupun
perempuan memiliki sifat-sifat biologis dan kejiwaan yang khas. Perbedaan
laki-laki dan perempuan merupakan keindahan ciptaan, yang kedua-duanya saling
membutuhkan untuk mewujudkan karya keselamatan Allah. Perbedaan kodrat
laki-laki dan perempuan bukanlah perbedaan yang kontradiktif melainkan
perbedaan yang seharusnya saling melengkapi. Antara laki-laki dan perempuan
telah diberikan daya tarik yang satu dengan yang lain, untuk mewarnai dunia
ini dengan cinta. Kita menyadari, kodrat laki-laki dan perempuan untuk saling
tertarik dan jatuh cinta. Dalam cinta Allah lah yang menjadi sumbernya. Kita
semua percaya, bahwa cinta yang tumbuh dalam hati kita, baik itu kepada
laki-laki dan perempuan, adalah kehendak Allah sendiri. Dalam hal ini,
mungkin kita kadang tidak bisa mengungkapkan apa sebab kita saling mencintai.
Seoalah-olah Allah sendirilah yang menggerakan untuk bertemu dan menjalin
cinta. Begitu juga,
Allah mempercayakan segala alam ciptaan ini kepada kita, laki-laki dan
perempuan untuk memelihara, menata, dan melestarikan demi kelangsungan
kehidupan dan kemuliaan Allah. Allah telah berkata: “… berkuasalah atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang
merayap di bumi. Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji
di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan
menjadi makanannya” (Kej 1: 28-29). Semua itu, tak akan terjadi jika kita
manusia, laki-laki dan perempuan tidak bisa menjadi tanda cinta kasih Allah
sendiri. Cinta laki-laki (suami) dan perempuan (istri) harus menjadi tanda
cinta Allah kepada umat-Nya dan cinta Kristus kepada Gereja-Nya. Dalam
Perjanjian Lama, cinta antara suami dan istri sering menjadi lambang cinta
Allah kepada bangsa Israel (bdk. Hos 1: 29). Dalam
Perjanjian Baru, cinta suami istri melambangkan cinta Kristus kepada
Gereja-Nya (bdk. Ef 5: 22-33). Cinta suami istri menjadi simbol dan tanda
(sakramen) dari cinta Allah kepada manusia dan cinta Kristus kepada
Gereja-Nya. Dengan menjadi tanda cinta Allah dan cinta Kristus, pasangan
suami istri telah mewartakan kasih Allah dan cinta Kristus kepada dunia.
Kesaksian mereka tentang cinta Allah dan kasih Kristus dapat menjadi terang
bagi masyarakat lingkungan agar semakin mengenal cinta Allah dan cinta Kristus. |
||||||||||||
|
7. |
Guru mengajak peserta didik
menyusun refleksi sebagai penugasan sebagai berikut: Setelah kamu diajak untuk memahami bahwa Gereja
Katolik senantiasa memandang bahwa laki-laki dan perempuan itu sederajat dan
saling melengkapi, maka kamu dapat berefleksi dengan membuat tulisan bebas,
dalam bentuk karya tulis pendek, esai singkat, atau puisi atau bahkan syair
lagu. Jika dirimu seorang laki-laki, siapakah menurut kamu
laki-laki itu? Begitu sebaliknya, Jika diri mu seorang perempuan, siapakah
menurut mu perempuan itu? Tuliskan pendapat kamu itu kedalam tulisan bebas,
dalam bentuk karya tulis pendek, esai, atau puisi atau bahkan syair lagu
tentang siapakah laki-laki atau perempuan bagi mu (sesuai dengan diri kamu) ! |
||||||||||||
|
Kegiatan Penutup 10 menit |
|||||||||||||
|
8. |
Guru mengajak peserta didik mengakhiri proses
dengan doa penutup Ya Allah Bapa, kami hari ini telah belajar bersama
mengenai kesadaran bahwa kami terlahir sebagai laki-laki atau perempuan yang
sederajat dan saling melengkapi. Semoga dengan belajar mengenai jati diri
sebagai laki-laki atau perempuan, yang saling melengkapi ini kami mampu
memandang kesetaraan diantara kami yang kadang timpang dalam budaya yang
berkembang. Amin |
||||||||||||
Jurnal Refleksi Guru dan Peserta Didik (Format Terlampir)
Tujuan Pembelajaran Kegiatan
Pembelajaran 3
|
Tujuan Pembelajaran |
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (Eviden) |
Asesmen (Evaluasi Pembelajaran) |
|
Peserta
didik kelas X Memahami bahwa setiap pribadi merupakan Citra Allah yang luhur
dan bermartabat sehingga mampu menerima diri dan menghormati sesamanya secara
sadar dan bertanggungjawab |
Pada akhir pembelajaran peserta didik mampu: 1.
Mendiskusikan berbagai situasi yang
menggambarkan terjadinya perendahan martabat manusia 2.
Mengajukan pandangan atau pemahaman sendiri
tentang pandangan mengenai keluhuran martabat manusia 3.
Menghubungkan pengetahuan dan pemahamannya
tentang keluhuran martabat manusia dengan ajaran Gereja dan Kitab Suci 4.
Menyusun kesimpulan tentang akibat yang
terjadi jika martabat manusia direndahkan 5.
Menyusun refleksi bahwa dirinya diciptakan sebagai citra-Nya yang bersaudara satu sama lain 6.
Menyatakan syukur bahwa dirinya diciptakan sebagai citra-Nya yang bersaudara satu sama lain melalui
catatan refleksi |
Asesmen Awal: Penerimaan: menyatakan, dan menjawab Memberikan
pandangan atau pemahaman sendiri tentang keluhuran martabat manusia Asesmen Proses: Partisipasi: melaporkan, menyelesaikan, menampilkan dalam
sharing pengalaman berkelompok Rumusan gagasan mengenai kesimpulan akibat yang
terjadi jika martabat manusia direndahkan Asesmen Akhir: Kreativitas: mendesain, merencanakan, merancang Rumusan refleksi syukur bahwa dirinya
diciptakan sebagai citra-Nya
yang bersaudara satu sama lain melalui catatan refleksi |
Kegiatan Pembelajaran 3
|
No |
Kegiatan Pembelajaran |
||||||||||||
|
Kegiatan Pembuka 30 menit |
|||||||||||||
|
1. |
Guru mengawali pembelajaran dengan mengajak peserta didik dengan doa Ya Allah Bapa, kami hari ini akan belajar bersama untuk memahami
bahwa kami adalah para pribadi yang Engkau ciptakan dengan martabat yang
luhur apapun itu. Kami hari ini akan berusaha untuk memahami bahwa keluhuran
pribadi kami, membuat kami harus senantiasa bertanggungjawab atas diri kami
dan senantiasa menghormati siapapun itu, karena manusia pada hakekatnya luhur
dan merupakan Citra Allah yang mulia. Amin |
||||||||||||
|
2. |
Guru memberikan pengantar dan memberikan gambaran materi Setelah memahami bahwa jati dirimu itu unik dengan segala kelebihan
dan keterbatasannya dan mengenai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan,
kamu akan diajak memahami bahwa dirimu adalah pribadi yang luhur dihadapan
Allah. Kamu adalah seorang pribadi manusia yang diciptakan Allah. Setiap dari
kamu adalah pribadi yang paling luhur. Siapapun dari kamu merupakan pribadi
yang telah terberkati sejak awal. Dalam kitab Nabi Yeremia dikatakan,
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau,
dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku
telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yer 1:5).
Kutipan ini begitu indah, betapa Allah telah memberikan karunia keluhuran
bagi setiap pribadi. Anugerah yang sudah diberikan sebelum kita dilahirkan di
dunia ini. Anugerah, bahwa kita semua berarti dan dipilih Allah
apapun situasinya. |
||||||||||||
|
3. |
Guru melanjutkan pengantar pembelajaran dengan mengajak peserta didik
berdiskusi awal Dunia
kita sekarang ini, satu sisi adalah dunia yang indah dengan pesona dan
persaudaraan dimana orang mendapatkan kesempatan yang sama, dihargai siapapun
itu bahkan mereka yang cacat dan tersingkir. Namun, di sisi lain, betapa
miris bahwa dunia kita adalah dunia yang penuh kekerasan dan perendahan
terhadap martabat manusia. Masih ada di berbagai belahan dunia ini,
pembunuhan, pemusnahan bangsa atau suku (genosida), penyiksaan, perkosaan,
dan lain sebagainya. Bahkan, di dunia yang sudah modern ini, masih saja
terjadi perbudakan, penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau
perkumpulan karena perbedaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya,
dan agama. Masih juga terjadi penghilangan orang secara paksa, pengusiran
atau pemindahan penduduk, bahkan perampasan atas kemerdekaan atau perampasan
kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang. Maka,
untuk membuktikan situasi itu, marilah kita coba untuk mencari atau searching di situs pencari, misalnya google. Kita bisa mulai untuk mencari
berita-berita, foto-foto, gambar, dan video atas perang, pembunuhan,
kekerasan ras, agama dan politik. Jika
kita mencari kata “perang” di situs pencari Google saja, kita bisa menemukan 159.000.000 hasil. Kita dapat
menelusuri berbagai berita yang menyangkut pembunuhan, pemusnahan bangsa atau
suku (genosida), penyiksaan, perkosaan, dan lain sebagainya. Tentu kita akan
menemukan betapa rapuhnya dunia kita ini yang masih ada berberbagai
masalah-masalah perendahan martabat manusia. Maka,
kita dapat mulai mengidentifikasi permasalahan menyangkut perendahan terhadap
martabat manusia dalam kelompok. Identifikasi
masalah dapat menggunakan format sebagai berikut:
|
||||||||||||
|
Kegiatan Inti 45 menit |
|||||||||||||
|
4. |
Mendalami
Ajaran Kitab Suci dan Gereja Guru mengajak Peserta didik
membaca Kutipan Kitab Suci Mari kita memetik hikmah dari kutipan pendek Kitab Suci Kejadian 1:26-27 1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut
gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala
binatang melata yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut
gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka. |
||||||||||||
|
5. |
Guru mengajak peserta didik
merenungkan bacaan dengan pertanyaan sebagai berikut: a.
Kata apa yang paling menarik dari kutipan pendek Kitab
Suci Kejadian 1:26-27? b.
Menurutmu, apa maksudnya bahwa manusia diciptakan
menurut gambar dan rupa Allah |
||||||||||||
|
6. |
Peneguhan dan Kesimpulan Kita semua
sebagai manusia diciptakan sebagai “citra Allah” (lih. Kej 1: 27) ; seturut
gambar dan rupaNya. Arti Citra Allah itu ingin menunjukkan bahwa setiap
pribadi manusia adalah makhluk ciptaan yang paling mulia, menyerupai Allah
(bdk. Mzm 8: 5). Setiap pribadi manusia cerminan atau pancaran dari Allah.
Artinya, di dalam martabat setiap pribadi manusia ini, ada gambaran atau
pantulan rupa Allah. Semua pribadi manusia tercipta baik adanya. Walaupun
dalam kelemahan dan kecacatannya, seorang manusia tetap bermartabat. Hal itu juga
memberikan konsekuensi bahwa dalam diri setiap manusia, ada pancaran
kebaikan-kebaikan Allah. Gereja Katolik mengajarkan bahwa dalam hidup setiap
pribadi manusia, ada anugerah yang luar biasa yang patut untuk diperjuangkan.
“Hidup ditandai ciri yang tak terhapuskan, yakni kebenarannya sendiri, dengan
menerima karunia Allah, manusia wajib mempertahankan hidup dalam kebenaran
itu yang memang hakiki baginya” (Evangelium Vitae, art 48). Setiap orang
menurut kodratnya memiliki hak hidup, hak untuk mendapatkan kehidupan yang
layak dan aman. Setiap orang memiliki kesetaraan martabat dan hak asasi di
hadapan Allah. Setiap pribadi manusia merupakan pribadi yang teramat luhur.
Keluhuran pribadi manusia ini membawa konsekuensi bahwa siapapun tidak dapat memperalatnya
demi tujuan merendahkan atau merusak martabat manusia. Keluruhan manusia itu, tak tergantikan dan
tak dapat dihilangkan atau diperalat dengan apapun |
||||||||||||
|
7. |
Guru mengajak peserta didik
menyusun refleksi sebagai penugasan sebagai berikut: Untuk
mengendapkan keseluruhan proses pembelajaran ini, kita perlu membuat sebuah
refleksi dalam bentuk simbolisasi, baik gambar, tulisan pendek atau surat
pribadi tentang keluhuran diri kita sebagai Citra Allah yang mempunyai
martabat dan tak tergantikan dan tak dapat dihilangkan atau diperalat dengan
apapun. |
||||||||||||
|
Kegiatan Penutup 10 menit |
|||||||||||||
|
8. |
Guru mengajak peserta didik mengakhiri proses
dengan doa penutup Ya Allah Bapa, kami hari ini telah belajar
bagaimana Engkau menciptakan kami dengan martabat yang luhur dan mulia. Kami
hari ini, Engkau ajak semakin memahami bahwa keluhuran pribadi kami, membuat
kami harus senantiasa bertanggungjawab atas diri kami dan senantiasa
menghormati siapapun itu, karena manusia pada hakekatnya luhur dan merupakan
Citra Allah yang mulia. Amin |
||||||||||||
Jurnal Refleksi Guru dan Peserta Didik (Format Terlampir)
E. Asesmen Pembelajaran
Proses asesmen menggunakan asesmen
diagnostik (sebelum dan awal pembelajaran) dan asesmen formatif (proses) dengan
penugasan dan pengamatan keaktifan dalam kelompok dan asesmen sumatif (akhir).
1.
Asesmen Awal
Assesmen dilakukan pada saat proses
awal pembelajaran dengan mengamati kemampuan peserta didik saat tanya jawab.
Penilaian dapat dilakukan dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom yang
tersedia pada tabel di bawah ini!
Form Asesmen Awal
|
Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (Eviden) |
Mendalam |
Kurang Mendalam |
Catatan |
|
Memberikan
pandangan atau pemahaman sendiri tentang keluhuran martabat manusia |
|
|
|
2. Asesmen Profil Pelajar
Pancasila
Setiap
peserta didik diminta untuk menyatakan sikapnya selama ini, dengan memberi
tanda centang (√) pada kolom yang tersedia pada tabel di bawah ini!
Form
Penilaian Diri Profil Pelajar Pancasila
Nama :
………………….
Kelas : ………………….
Materi : ……………………….
|
No. |
Penilaian Diri |
Sering |
Kadang-kadang |
Tidak pernah |
|
1. |
Bagaimana kamu
senantiasa bersyukur bahwa kamu diberikan segala keunikan, kemampuan
dan juga mau menerima keterbatasan
diri |
|
|
|
|
2. |
Apakah kamu senantiasa memandang kesetaraan antara
perempuan dan laki-laki |
|
|
|
|
3. |
Bagaimana kamu
berusaha membiasakan kegiatan koreksi diri atau refleksi untuk memahami
secara utuh pandangan mengenai keluhuran martabat dirimu dan sesamamu sebagai
Citra Allah |
|
|
|
|
4. |
Ceritakanlah dan
tuangkanlah dalam buku jurnal mu |
Dituliskan dalam buku jurnal peserta
didik |
||
3. Asesmen Proses (Formatif)
Form Penilaian Hasil Diskusi Kelompok
Nama Guru : ………………….
Kelas : ………………….
Materi :
……………………….
Tanggal : …………………
|
Nama Peserta didik |
Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (Eviden) |
Aktif |
Kurang Aktif |
Pasif |
|
|
▪
Mau menyatakan keunikan, kemampuan dan
keterbatasan diri ▪
Mau berpendapat dalam diskusi kelompok
mengenai identifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan perendahan
martabat terhadap perempuan ▪
Terlibat mendiskusikan berbagai situasi
yang menggambarkan terjadinya perendahan martabat manusia |
|
|
|
|
▪
Mengikuti segala aktivitas yang dikerjakan
di dalam kelompok mengenai identifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan
perendahan martabat terhadap perempuan ▪
Mengikuti segala aktivitas yang dikerjakan di dalam
kelompok mengenai situasi yang menggambarkan terjadinya perendahan
martabat manusia |
|
|
|
|
Nama Peserta didik |
Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (Eviden) |
Lengkap |
Kurang Lengkap |
|
|
Menyusun
gagasan informatif dari berbagai sumber ajaran Gereja tentang bakat, talenta,
kelebihan, dan kekuatan orang-orang dalam mengembangkan potensinya |
|
|
|
Menelaah
informasi mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan perendahan martabat
terhadap perempuan |
|
|
|
|
Meyimpulkan
gagasan mengenai akibat yang terjadi jika martabat manusia direndahkan |
|
|
4. Asesmen Akhir (Sumatif)
a. Pengetahuan
1. Segala bakat, kemampuan dan kelebihan yang
diberikan Allah kepada kamu, tentu patut kamu kembangkan, seperti halnya kisah
perumpamaan mengenai talenta. Apa yang ingin kamu katakan tentang makna bacaan
mengenai “talenta” itu terhadap dirimu?
2. Menurutmu penggalan dari ayat “Maka, Allah
menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya
dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”, bermakna apa bagimu ?
3. Menurut mu, apa maksudnya bahwa manusia
adalah gambaran dan citra Allah? Jelaskan !
4. Menurut mu, sikap-sikap apa yang
perlu dibangun untuk menjaga
keluruhan dan martabat manusia? Deskripsikanlah !
b. Ketrampilan
Form Penilaian Ekspresi Diri dan
Pengolahan Refleksi
Nama Peserta didik : ………………….
Kelas :
………………….
Materi :
……………………….
Tanggal :
…………………
|
No. |
Hasil Penugasan |
Sangat menarik dan
Lengkap |
Menarik dan cukup
lengkap |
Kurang Menarik dan kurang lengkap |
|
1. |
Sajian ekspresi diri dalam bentuk simbol diri
tentang keunikan, kemampuan dan keterbatasannya diri |
|
|
|
|
2. |
Rumusan
refleksi sikap menghormati sebagai perempuan atau laki-laki yang saling
melengkapi dan sederajat melalui kreasi seni atau tulisan |
|
|
|
|
3. |
Rumusan refleksi syukur bahwa
dirinya diciptakan sebagai
citra-Nya yang bersaudara satu sama
lain melalui catatan refleksi |
|
|
|
c. Spiritual
|
No |
Segi Spiritual yang kamu refleksikan |
Penilaian dirimu |
||
|
Sering |
Kadang-kadang |
Tidak
Pernah |
||
|
1 |
Dirimu senantiasa bersyukur kepada Allah atas keunikan,
kemampuan dan keterbatasan dirimu selama ini |
|
|
|
|
2 |
Dirimu
senantiasa bersyukur diciptakan sebagai citra-Nya yang bermartabat dan bersaudara satu sama
lain |
|
|
|
|
3. |
Selalu
ada keinginan dalam dirimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik karena
syukur atas keunikan dirimu dan martabat dirimu sebagai Citra Allah |
|
|
|
|
Ungkapkanlah
refleksi diatas dalam tulisan |
: |
|
F. Daftar Pustaka
Dokpen KWI. 1993. Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor.
Fuster SJ, JM., 1990. Teknik Mendewasakan Diri, Yogyakarta: Kanisius
Komisi Kateketik KWI. 2007. Perutusan Murid-Murid
Kristus; Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK; Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP); Buku Guru I. Yogyakarta: Kanisius.
KWI. 1996. Iman
Katolik. Yogyakarta: Kanisius & bekerja sama dengan penerbit Obor.
Kristianto, Yoseph, dkk. 2010. Menjadi Murid Yesus;
Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/SMK. Yogyakarta: Kanisius
Paus Yohanes Paulus II. Dekrit tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial, Inter Mirifica
Rausch, Thomas. 2001. Katolisisme. Yogyakarta: Kanisius.
Team CLC. 1992. Tantangan Membina Kepribadian. Jakarta:
Yayasan CLC.
Tom Jacobs. 1985. Sikap Dasar Kristiani. Kanisius. Yogyakarta
Sumber Internet
http://smartpsikologi.blogspot.com/
http://trijayafmplg.wordpress.com
G. Lampiran
Penilaian Siswa atas
Proses (Learning Study) Guru
dapat bertanya untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran, dengan
mengajukan beberapa pertanyaan serta mendalaminya. Misalnya: Apakah kalian dapat
menangkap isi pembelajaran yang telah kita laksanakan? Pesan
apa yang kalian terima dari pembelajaran kita? Apakah
ada yang ingin kalian tanyakan mengenai materi pembelajaran ini? Hal apa yang paling berkesan di dalam
pembelajaran ini? Apa kesulitan yang kalian
hadapi dalam proses pembelajaran ini? Penilaian Guru atas
Proses (Learning Study) Berdasarkan
hasil refleksi dari peserta didik, guru membuat catatan atas proses
pembelajaran serta memberi tanggapan yang diperlukan. Apa solusi yang dapat diterapkan untuk melaksanakan
proses pembelajaran secara lebih baik? Guru dapat meminta peserta didik untuk menyampaikan
kekurangan guru dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan!
|
Pakta integritas sikap untuk senantiasa menjunjung keluhuran martabat
manusia dan kesetaraan perempuan dan laki-laki:
|
Katakan hal-hal menyangkut keluhuran martabat manusia dan kesetaraan
perempuan dan laki-laki: ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... ........................................................................... |
|
Poin-poin
penting dan berharga yang kamu peroleh hari ini |
: |
|
|
Kata-kata atau
kalimat yang menurutmu perlu diharisbawahi |
: |
|
Mengetahu Sonder, Juli 2025
Kepala sekolah Guru
Mata Pelajaran
OLGA Y. POSUMAH, S.Pd BENNY BAO LILE, S.Pd, M.Pd
NIP.19741010 2000122004
NIP.196608262005011001
MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI
KELAS X
FASE E (BAB I)
MANUSIA DICIPTAKAN SEBAGAI CITRA ALLAH
YANG LUHUR DAN UNIK
Penyusun
BENNY BAO LILE, S.Pd, M.Pd
NIP.196608262005011001
SMK NEGERI 1 SONDER
2025/2026
Komentar
Posting Komentar